Beranda / Olahraga / Tiga Ganda Indonesia Ikuti Jejak Jojo ke Perempat Final Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2026

Tiga Ganda Indonesia Ikuti Jejak Jojo ke Perempat Final Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2026

JAKARTA — Tiga wakil ganda Indonesia sukses menyusul langkah Jonatan Christie ke babak perempat final Badminton Asia Championships (BAC) 2026 setelah meraih kemenangan pada babak 16 besar, Kamis (9/4/2026).

Dari sektor ganda putri, pasangan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti tampil meyakinkan dengan menumbangkan unggulan ketiga asal Korea Selatan, Baek Ha-na/Lee So-hee dua gim langsung 21-17, 21-16.

Tiwi mengaku kemenangan ini menjadi ajang revans setelah kekalahan pada pertemuan sebelumnya. “Alhamdulillah senang bisa revans. Pada pertemuan terakhir walaupun kalah kami bisa mengimbangi, jadi itu jadi pelajaran untuk hari ini,” ujar Tiwi.

Ia menambahkan, kunci kemenangan terletak pada kesabaran dalam mengikuti pola permainan tanpa terburu-buru mematikan lawan.

Senada, Fadia menilai kekompakan mereka kini semakin terbangun sejak pertama kali dipasangkan.

“Pertemuan sebelumnya kami masih baru berpasangan, belum tahu kebutuhan di lapangan. Hari ini kami sudah lebih tahu pola permainan yang harus diterapkan,” kata Fadia.

Dari sektor ganda putra, pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri juga memastikan tiket delapan besar usai mengalahkan wakil tuan rumah Chen Bo Yang/Liu Yi dengan skor 21-17, 25-23.

Fajar mengakui pertandingan berjalan tidak mudah, terutama saat tertinggal jauh di gim kedua sebelum akhirnya mampu membalikkan keadaan.

“Pertandingan tidak mudah, pasangan tuan rumah luar biasa. Di gim kedua kami sempat tertinggal 11-5, tapi kami mencoba berbagai cara untuk mengejar dan akhirnya bisa membalikkan keadaan,” ujar Fajar.

Ia menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik dan mental untuk menghadapi laga berikutnya.

“Yang terpenting recovery dan istirahat harus maksimal,” katanya.

Sementara itu, Fikri menyebut dominasi di gim pertama menjadi kunci awal kemenangan, meski sempat kehilangan ritme di gim kedua akibat kesalahan sendiri.

“Gim pertama kami lebih banyak menyerang. Di gim kedua sempat banyak kesalahan, tapi kami tetap berusaha maksimal untuk mengejar,” ujarnya.

Kejutan juga datang dari pasangan muda Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi yang berhasil menyingkirkan wakil Thailand Chaloempon Charoenkitamorn/Worrapol Thongsa-Nga lewat pertarungan tiga gim 22-20, 15-21, 21-15.

Ali mengungkapkan mereka sempat kesulitan di awal laga, tapi mampu bangkit dengan mengubah pola permainan.

“Game pertama kami kalah start, sempat tertinggal beberapa poin. Kami mencoba bermain no lob pendek karena lawan cukup kuat di bola panjang,” kata Ali.

Sementara Devin mengaku antusias menghadapi kemungkinan bertemu pasangan peringkat satu dunia pada babak berikutnya.

“Sangat senang dan bangga, akhirnya ada kesempatan bertemu ranking satu dunia. Persiapan harus lebih maksimal, baik dari istirahat maupun mental,” ujar Devin. [wi/rep]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak ada postingan yang ditemukan