TEPI BARAT – Pasukan keamanan Israel menangkap seorang anak Palestina berusia 8 tahun yang tinggal di Hebron, Tepi Barat, Jumat (9/11). Menurut personel keamanan Israel, anak itu ditangkap karena melempar batu ke arah pasukan keamanan.

Mohammed Awad, seorang aktivsi anti-permukiman ilegal Israel, mengatakan anak berusia 8 tahun yang ditangkap pasukan Israel bernama Omar Abus Ayyash. Ia tinggal di distrik Beit Ummar, Hebron.

Belum diketahui apakah Omar segera dibebaskan setelah ditangkap atau harus menjalani masa tahanan di penjara Israel. Pasukan Israel diketahui kerap menangakap anak-anak Palestina. Mereka ditangkap dengan berbagai tuduhan, mulai dari mengganggu dan mengancam keamanan hingga terlibat kegiatan teroris.

Komisi Tahanan dan Urusan Tahanan Palestina mengatakan 95 persen anak-anak Palestina yang ditahan di penjara Israel mengalami kekerasan dan penyiksaan oleh sipir serta aparat keamanan Israel. Tak sedikit dari mereka yang akhirnya menderita stres dan trauma akibat kekerasan yang diterimanya.

Dalam laporannya yang diterbitkan tahun lalu, Komisi Tahanan dan Urusan Tahanan Palestina menyatakan semua anak Palestina yang ditahan di penjara Ofer di Tepi Barat, telah disiksa aparat keamanan Israel. "Anak-anak diserang dengan brutal dengan pukulan di tubuh, dinjak-injak, dan dihina," kata laporan tersebut.

Penyiksaan tersebut, kata Komisi Tahanan dan Urusan Tahanan Palestina, telah menjadi rutinitas sehari-hari. Tak ayal, tak sedikit dari mereka yang menderita luka-luka dan lebam.

Terdapat sekitar 6.200 tahanan politik yang dipenjara oleh Israel. 300 di antaranya merupakan tahanan anak-anak. Kelompok hak asasi manusia kerap menyatakan keprihatinan mereka atas perlakuan buruk Israel terhadap anak-anak Palestina yang ditahan di penjaranya.