JAKARTA -- Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno, Fadli Zon merespon tuntutan permintaan maaf masyarakat Boyolali atas pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. Fadli menegaskan, pernyataan Prabowo hanya candaan semata.

"Kalau minta maaf itu, Pak Prabowo sebelum itu pun pasti tidak ada maksud sama sekali. Kalau minta maaf itu enggak masalah," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/11).

Fadli menyebut pernyataan tersebut telah disalahpahami. Padahal pernyataan tersebut merupakan gaya retorika Prabowo untuk mendekatkan diri dengan masyarakat Boyolali. "Harus kita lihat juga Pak Prabowo terkait Boyolali itu kan sebetulnya sebuah gaya retorika ya. Tidak ada maksud menghina apa lagi maksud menjelekan, justru disitu Pak Prabowo mempromosikan dekat dengan masyarakat di Boyolali," ujarnya.

Ia pun menyayangkan jika kemudian pernyataan itu berujung saling lapor berbagai pihak. "Saya kira kalau itu dilaporkan dan sebagainya kita akan banyak sekali urusanya nanti lapor melaporkan ya nanti saya kira walaupun itu hak setiap orang. dan pasti akan kita hadapi tapi harus dilihat konteksnya seperti apa berbicara itu," ujarnya.

Diketahui, belum lama ini salah satu pernyataan Prabowo yang viral di media sosial adalah saat Ketua Umum Partai Gerindra itu berkunjung di Boyolali, Jawa Tengah. Prabowo Subianto menyebutkan sebuah pernyataan viral karena menyebut ‘Tampang Boyolali’ pada peresmian Kantor Badan Pemenangan Prabowo-Sandi di Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (30/10) lalu. Pidato tersebut kemudian viral di YouTube pada Kamis (1/11).

Prabowo mengatakan, ‘Saya yakin kalian nggak pernah masuk hotel-hotel tersebut, betul? (Betul, sahut hadirin yang ada di acara tersebut). Mungkin kalian diusir, tampang kalian tidak tampang orang kaya, tampang kalian, ya, tampang orang Boyolali ini’.

Atas pernyataan tersebut di video itu, Dakun yang mengaku warga Boyolali, Jawa Tengah melaporkan Prabowo ke Polda Metro Jaya. Dakun didampingi oleh kuasa hukumnya, Muannas Alaidid dayang ke Polda Metro Jaya pada Jumat (2/11). [sl/rep]