Kemhan Tidak Boleh Terpecah Kepentingan Kelompok, termasuk oleh Geng Solo

JAKARTA — Pertemuan makan siang Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin bersama jajaran pejabat Kementerian Pertahanan (Kemhan) di Jakarta, pada Jumat 6 November 2026, dinilai memiliki arti strategis di tengah meningkatnya ketegangan politik dan persoalan keamanan nasional.

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai, pesan soliditas, kesatuan visi, dan kewaspadaan yang disampaikan Sjafrie tidak bisa dilepaskan dari perkembangan situasi nasional, terutama mencuatnya kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang menyeret sejumlah perwira tinggi Polri.

Menurut Amir, dalam situasi seperti sekarang, konsolidasi di lingkungan pertahanan menjadi penting untuk memastikan seluruh jajaran negara bekerja dalam satu garis kebijakan dan kepentingan nasional.

“Loyalitas aparatur pertahanan harus ditujukan kepada negara dan Presiden sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan sesuai konstitusi,” kata Amir, dikutip Minggu 8 November 2026.

Amir melihat ada pesan strategis di balik penekanan Sjafrie mengenai kekompakan, kesatuan visi, dan kesamaan langkah.

“Kemhan tidak boleh terpecah oleh kepentingan kelompok maupun jejaring kekuasaan yang berkembang di luar garis komando pemerintahan,” kata Amir.

Dalam pembacaan politik Amir, hal ini juga berkaitan dengan munculnya istilah Geng Solo dalam dinamika politik nasional.

“Jajaran pertahanan harus menjaga independensi kelembagaan dan tidak terseret dalam tarik-menarik kelompok politik yang dapat mengganggu konsolidasi pemerintahan Prabowo,” kata Amir.

Amir juga menghubungkan pesan kewaspadaan Sjafrie dengan kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo yang kini memasuki proses hukum.

Bareskrim Polri telah menetapkan empat orang perwira tinggi (Pati) Polri sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh.

Keempat tersangka adalah Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Irjen Ahrie Sonta Nasution, Irjen Eko Hadi Santoso, dan Irjen Pol Slamet Uliandi. [ags/rml]

Related Posts

Fraksi PKS Desak Pemprov DKI Tinjau Ulang Konser Andrea Bocelli

JAKARTA — Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menjelaskan secara terbuka kemungkinan dukungan terhadap konser Andrea Bocelli yang dijadwalkan berlangsung di JIExpo Kemayoran pada 3 November…

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Politisi Senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mulyanto, mendukung sikap Pemerintah terkait aspek kerugian negara (KN) dalam definisi korupsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SPORT

Gol Ivan Mamut pada Menit ke-89 Antar Persija Gusur Dewa United dari Puncak Klasemen Super League

  • By Admin
  • November 8, 2026
  • 9 views
Gol Ivan Mamut pada Menit ke-89 Antar Persija Gusur Dewa United dari Puncak Klasemen Super League

Veda Puji Honda Team Asia Usai Kibarkan Merah Putih di GP Malaysia

  • By Admin
  • November 1, 2026
  • 26 views
Veda Puji Honda Team Asia Usai Kibarkan Merah Putih di GP Malaysia

Pemprov DKI Jakarta Minta Jakpro Evaluasi Rumput JIS

  • By Admin
  • Oktober 27, 2026
  • 25 views
Pemprov DKI Jakarta Minta Jakpro Evaluasi Rumput JIS