SIDOARJO -- Presiden Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Ridwan Hasan Saputra menjelaskan tujuan diselenggarakannya Olimpiade Matematika dan Sains Indonesia (OMSI) yang sudah dua kali digelar. Menurutnya, kompetisi tersebut ditujukan untuk memotivasi anak-anak dalam belajar matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau sains.

Menurutnya, di masa depan, kemampuan teknologi akan dimiliki Indonesia kalau generasi penerus bangsa menguasai ilmu matematika dan IPA atau sains. Tujuan lain diselenggarakannya olimpiade tersebut adalah untuk mengajak dan memperkenalkan kepada masyarakat tentang cara berpikir suprarasional.

"Cara berpikir suprarasional yang dimaksud adalah menjadikan Allah SWT sebagai tujuan dan penolong," ujarnya, seusai membuka Final OMSI 2 di Gelanggang Olahraga Delta Sidoarjo, Jalan Pahlawan, Magersari, Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (8/10).

Ridwan kembali menjelaskan contoh berpikir supra rasional. Yakni, olimpiade yang digelarnya tersebut diadakan dengan metode bayaran seikhlasnya. Maksudnya agar setiap anak yang ingin berpartisipasi semuanya bisa ikut serta. Dengan begitu, kemajuan bangsa bisa diraih tanpa terkotak-kotakkan finansial.

Hasilnya pun luar biasa. Itu terlihat dari antusiasme peserta yang sangat banyak. Final OMSI kali ini diikuti 657 putra-putri terbaik Indonesia, yang pada putaran pertama ada 5.960 peserta, dari 287 sekolah dari 13 provinsi dan 41 kabupaten/kota.

"Terus terang lomba yang kita buat ini kan tidak masuk akal, bayaran seikhlasnya, secara pengeluaran jelas, hadiahnya pun jelas, tapi pemasukan tidak jelas. Itu kan orang bertanya-tanya, Pak Ridwan kenapa ini bisa bertahan? Jawabannya karena Allah menolong KPM," katanya.

Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Kabupaten Sidoarjo, Ikhsan, menyambut baik olimpiade yang digelar KPM tersebut. Itu tak lain karena kegiatan ini dinilai memberikan suatu dorongan kepada siswa-siswi, terutama di Sidoarjo untuk mengenal lebih dekat Klinik Pendidikan MIPA. [arf/rep]