BANDA ACEH -- Wakil Rektor III Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Prof Dr H Syamsul Rijal MAg membuka dan melepas secara resmi sebanyak 30 mahasiswa dan mahasiswi peserta pelatihan Search and Rescue (SAR) Darat dan Air UIN Ar-Raniry yang berlangsung di lapangan biro rektor, Banda Aceh, Rabu (11/10).

Pelatihan yang bertema "Meningkatkan kualitas relawan yang tanggap, terlatih dan bersinergi dalam mengemban misi kemanusiaan" ini akan dilaksanakan di Desa Krueng Jreu, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, dan berlangsung 11-15 Oktober 2017.

Prof Syamsul Rijal dalam sambutannya mengharapkan agar peserta pelatihan betul-betul mengutamakan sikap disiplin dalam proses pelatihan. Hal itu penting agar mereka kelak betul-betul menjadi tim SAR yang bisa diandalkan oleh UIN Ar-Raniry dalam merespons dan melibatkan diri dalam kejadian bencana.

“Jangan sampai seusai pelatihan nanti tidak paham apa yang harus dikerjakan sebagai tim SAR, karena setiap bencana-bencana yang terjadi di Aceh niscaya yang menuntut kesigapan kita untuk terlibat dalam penanggulangannya,“ ujar Syamsul dalam rilisnya, Rabu (11/10).

Koodinator Pembina Tim SAR UIN Ar-Raniry Drs Fuadi Zulkifli mengatakan, mahasiswa dan mahasiswi yang mengikuti pelatihan ini juga tercatat sebagai relawan Palang Merah Indonesia (PMI). Dan mereka harus mengikuti pelatihan SAR ini untuk menjadi relawan. Dan dalam pelatihan nanti, kata Fuadi, pihaknya mengundang para pemateri dari Basarnas untuk melatih para peserta.

Turut hadir pada acara pembukaan tersebut dan sekaligus memberi kata sambutan yaitu Ketua PMI Kota Banda Aceh Qamaruzzaman Hagny. [dn/rep]