JAKARTA -- Kepulangan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan ke Indonesia menjadi momentum untuk kembali mengusut kasus penyiraman air asam yang tak kunjung tuntas. Ketua MPR Zulkifli Hasan menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan dirugikan jika kasus tersebut tidak terselesaikan.

"Apalagi ini sudah masuk tahun politik ya. Agustus sudah pendaftaran capres (calon presiden) dan cawapres (calon wakil presiden) pada akhirnya nanti tentu presiden yang akan dirugikan," kata pria yang akrab disapa Zul ini di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, (22/2).

Selain itu, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga meminta kepada kepolisian untuk segera mencari pelaku penyiraman air asam. Polisi juga diminta menyampaikan kepada publik secara terang benderang dan transparan perihal pengusutan kasus.

Tujuannya agar tidak timbul dugaan dan kecurigaan. "Itu akan merugikan aparat yang sudah bekerja bagus. Gara-gara ini nanti citranya bisa tidak baik," ujar mantan menteri kehutanan tersebut.

Terkait pemilihan presiden 2019, Zul menjadi salah satu kandidat capres. Menanggapi hal itu, Politikus PAN, Muslim Ayub mengaku pihaknya tidak terlalu percaya dengan hasil survei-survei yang ada, termasuk survei LSI baru-baru ini.

Oleh karena itu, PAN pernah meminta kepada Zul untuk menjadi penantang Jokowi pada 2019 atau sebagai cawapres. "Meski tidak secara resmi," ungkap Muslim saat dihubungi, Kamis (22/2). Muslim sangat yakin, elektabilitas Zul cukup tinggi, tidak seperti yang disampaikan oleh lembaga survei beberapa waktu. [ags/rep]