Fachri dinilai masih belum konsisten dalam mengungkap identitas bandar. "Menurut pengakuan tersangka didapat seorang berinisial D. Pada tanggal 4 Februari, dia membeli di depan sebuah mal di jakarta. Dia membeli seharga 1,6 juta satu paket. Namun kami tak percaya begitu saja. Karena saat ditanya inisial D itu siapa dan tinggal di mana, dia (Fahri) mengaku lupa," jelas pria yang pernah menjabat sebagai Analisis Kebijakan Madya Bidang Pidana Narkoba Bareskrim Polri itu.

Dari keterangan yang berbelit ini, polisi lantas menggunakan pendekatan baru guna mengungkap siapa bandar yang menyuplai narkoba bagi sang artis. Polisi melakukan pendekatan ilmiah dengan melakukan pemeriksaan secara digital forensik.

"Kita juga melakukan pemeriksaan secara digital forensik melalui scientific investigation. Kami lakukan double crosscheck dengan melakukan pendekatan ilmiah dalam penyelidikan."

Artis Fachri Albar tertangkap oleh jajaran Polres Jakarta Selatan saat tengah berada di rumahnya Serenia Hills Cirendeu, Jakarta Selatan, Rabu (14/2). Bersama Fachri, polisi turut mengamankan barang bukti berupa sabu, puntungan ganja, dan papan dumolid.

Pada saat yang nyaris bersamaan, aparat Polda Metro Jaya juga menangkap terduga pengguna narkoba dari kalangan artis lainnya, yakni Roro Fitria. [ms/rep]