JAKARTA -- Lebih baik sakit hati atau sakit gigi? Mungkin bagi Anda yang punya masalah dengan kesehatan gigi, sakit gigi tidak bisa mengalahkan sakit yang lainnya. Dari ujung kaki hingga kepala lemas dibuatnya.

Drg Annisa Rizki Amalia, SpKGA dari Ikatan Dokter Gigi Anak menjelaskan bahwa gigi terletak di kepala. Sedang kepala adalah tempat bersarangnya saraf-saraf penting dalam tubuh.

Ada banyak hal yang harus diperhatikan untuk menjaga kesehatan gigi. Drg Annisa Rizki pun memberikan tips untuk menjaga kesehatan gigi.

Jangan letakkan sikat gigi berhadap-hadapan

Kamar mandi adalah sumber bakteri, jadi penting untuk meletakkan sikat gigi dengan benar untuk menghindarinya. Susunlah sikat gigi dengan diletakkan saling membelakangi. Hal tersebut bisa mencegar penyebaran bakteri yang ada pada sikat gigi.

“Misalkan, sikat gigi ayah, ibu dan anak tidak boleh diletakkan berdampingan, lebih baik apabila diletakan saling membelakangiuntuk mencegah penyebaran bakteri dr masing-masing sikat gigi tersebut,” ungkapnya.

Penggunaan pasta gigi yang tepat

Pasta gigi yang tepat untuk anak adalah sebesar biji jagung untuk anak di atas tiga tahun. Dan anak di bawah tiga tahun sebesar butiran beras.

Fluoride bisa menyebabkan gigi anak menjadi rapuh karena terlalu banyak pasta gigi. Pasta gigi tidak boleh ditelan, walaupun tertelannya pasta gigi tidak ada efek sampingnya. Namun hal ini juga perlu diperhatikan. Standar harus ada dalam sebuah pasta gigi adalah mengandung floride 1.000 ppl. Penggunaan floride untuk mencegah gigi berlubang.

“Pasta gigi anak dan dewasa kandungan floridenya sama. Hanya saja seberapa besar atau banyak kita beri pastanya,” ujarnya.

Kumur sebelum menyikat gigi

Bagusnya orang Indoensia selalu berkumur dahulu sebelum menyikat gigi. Tujuannya untuk menetralkan asam mulut setelah makan. Untuk menunggu asam pada mulut ternetralisir membutuhkan waktu setidaknya satu jam.

“Kita makan, kemudian mulut menjadi asam, dalam kondisi ini bakteri aktif bekerja. Jika kita berkumur terlebih dahulu kita membantu untuk menetralisir asam itu tadi menjadi lebih cepat,” ungkapnya.

Pergi ke dokter gigi

Sebagian dari anak mungkin takut untuk pergi ke dokter gigi, tapi ini penting dilakukan untuk mengecek kesehatan gigi atau bila terjadi karies. Dokter gigi Annisa Rizki Amalia menyarankan untuk mengurangi rasa cemas sebelum mengunjungi dokter gigi.

“Terkadang anak-anak takut dan cemas untuk ke memeriksakan gigi, yang lebih parah adalah kalau orang tuanya juga ikut cemas dalam menanganinya. Di sini peran orang tua sangat diperlukan, kurangi kecemasan untuk mengantarkan anak pergi ke dokter gigi,” ujarnya. [dn/rep]