Menanggapi hal itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan, bakal berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemimpin negara bagian dan lokal untuk membantu sekolah di seluruh wilayah AS. "Bantuan termasuk mengatasi masalah kesehatan mental yang sulit," ujar Trump seperti dikutip BBC, Sabtu, (17/2).

Hanya saja, pada Jumat kemarin, Gedung Putih menolak untuk merilis foto Trump yang menandatangani undang-undang pada tahun lalu. Undang-undang itu kabarnya mempermudah orang-orang dengan masalah kesehatan mental untuk membeli senjata api.

Juru Bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengaku telah menerima total 12 permintaan gambar dari CBS News. "Kami tidak berencana untuk merilis gambarnya saat ini," ujarnya.

Perundang-undangan yang disahkan Trump pada Februari tahun lalu itu mencabut peraturan yang mengharuskan orang-orang yang mengalami kesehatan mental untuk dimasukkan ke dalam database FBI. Melalui akun Twitter-nya, Trump juga mengatakan, berencana mengunjungi Parkland kemarin. Tujuannya, kata dia, untuk bertemu dengan beberapa orang paling berani di Bumi.

Sebagai informasi, penembakan massal tetsebut dilakukan oleh Nicolas Cruz. Ia telah dikeluarkan dari sekolah tersebut karena dianggap berbahaya bagi murid lainnya.

Salah satu mantan teman sekolah Cruz yakni Chad Williams mengatakan, Crus merupakan orang buangan yang gila terhadap senjata. Minatnya pada senjata, terlihat pada profil media sosialnya yang menurut Sheriff Scott dari Broward County Scott Israel sangat mengganggu. [and/rep]