WASHINGTON DC -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melampiaskan kekesalannya terhadap Korea Utara.

Trump mengatakan, sederet presiden yang pernah menjabat di Amerika berikut pemerintahannya sudah mencoba berunding dengan Korea Utara. Jalur perundingan telah mereka tempuh selama 25 tahun.

"Perjanjian telah dibuat, uang telah dikeluarkan, tapi semuanya buyar dalam sekejap. Seperti mengolok-olok diplomat AS. Maaf, tapi hanya ada satu yang bisa berhasil," ujarnya melalui akun Twitter @realDonaldTrump, Sabtu (7/10).

Trump tak menjelaskan lebih detail maksud pernyataannya mengenai satu hal yang akan berhasil itu.

Kedua negara telah terlibat dalam adu pendapat yang memanas mengenai kegiatan uji coba nuklir Korea Utara. Amerika terus mendesak untuk menghentikan upaya Pyongyang memperkuat senjata nuklirnya.

Sementara itu, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pada hari Sabtu memuji senjata nuklir sebagai sebagai "pengaman yang kuat" yang menjamin keamanan negaranya, seperti yang dilansir dari BBC, Ahad (8/10).

Dalam pidatonya yang membahas 'situasi internasional yang rumit,' Kim Jong-un mengatakan, senjata tersebut telah melindungi perdamaian dan keamanan di semenanjung Korea Utara dan Asia utara-timur dari ancaman nuklir imperialis Amerika Serikat yang terus berlanjut.

Ia memaparkan, kebijakan dalam mengembangkan senjata nuklir selaras dengan langkah untuk memperkuat ekonomi negaranya.

Korea utara telah meluncurkan dua rudal yang melewati langit Jepang dan menentang kecaman internasional untuk melaksanakan uji coba nuklir keenam pada September lalu. Kim juga berjanji untuk melakukan tes lain di Samudera Pasifik.

Namun, timbul kekhawatiran di Barat mengenai pencapaian Korea Utara yang dengan cepat mampu mengembangkan rudal berujung nuklir yang bisa mencapai daratan Amerika Serikat. [sl/rep]