BEIRUT -- Para pemimpin politik, otoritas agama dan media didesak untuk tidak menjadikan pengungsi Suriah sebagai kambing hitam bagi masalah Lebanon. "Lebanon menuju pemilihan parlemen, dan ada begitu banyak perdebatan kontroversial mengenai isu-isu yang mempengaruhi masyarakat Lebanon, politik, dan ekonomi," kata wakil badan pengungsi PBB, UNHCR untuk Lebanon, Mireille Girard seperti dilansir Arab News, Kamis, (12/10).

Ketegangan terkadang terfokus pada pengungsi Suriah karena diyakini sebagai penyebab banyak masalah politik, keamanan, dan ekonomi saat ini. "Namun, sangat penting bagi kita untuk duduk bersama dan benar-benar membahas masalah ini," ujar Girard.

Girard juga meminta agar media ikut bertanggung jawab untuk mengurangi ketegangan dan bersikap objektif. Ini merupakan tanggung jawab pemimpin politik, otoritas agama, dan sektor terkait lainnya.

Menteri Informasi Libanon Melhem Riachy menyerukan agar liputan media lebih positif dan tidak menyembunyikan fakta, melanggar prinsip objektivitas. Jangan menyebut seluruh populasi suatu negara adalah pembunuh hanya karena salah satu dari mereka melakukan kejahatan.

Riachy menuduh beberapa media mempromosikan rasisme dan gagasan yang bertentangan dengan fakta sejarah. "Jika kita ingin agar pengungsi kembali ke negara mereka sendiri, kita harus bekerja untuk meredakan ketegangan di Libanon," katanya. [sl/rep]