JAKARTA -- Garuda Indonesia menargetkan pendapatan dari bisnis ancillary alias bisnis pendukung sebesar 54 juta dolar AS pada tahun 2018. Vice President Loyalty dan Ancillary Garuda Indonesia Selfie Dewiyanti mengatakan, target itu lebih tinggi dibanding realisasi pendapatan dari bisnis pendukung pada 2017 lalu, yakni 38 juta dolar AS.

Salah satu upaya untuk meraih target pendapatan di 2018, Perseroan telah merambah e-commerce untuk menjual produk eksklusif dan merchandise Garuda Indonesia. Untuk memasuki model bisnis baru ini, Garuda bekerja sama dengan JD.ID, perusahaan perdagangan daring yang terafiliasi dengan JD.com. Seorang petugas GarudaShop sedang merapihkan merchandise eksklusif Garuda Indonesia disela acara peluncuran Garuda Shop JD.ID di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Selasa (13/2).

Selfie menuturkan, dari penjualan online melalui e-commerce, pihaknya membidik pendapatan sebesar 1 juta dolar AS. Jumlah itu hanya sebagian kecil dari target yang dibidik tahun ini. Menurut Selfie, konstribusi terbesar bisnis ancillary Garuda saat ini berasal dari pendapatan kelebihan bagasi penumpang.

"Terbanyak dari bagasi, hampir separuhnya," kata dia, usai peluncuran Garuda Shop di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Selasa (13/2).

Setelah bagasi, kata dia, kontribusi terbesar kedua berasal dari Garuda Miles. Sisanya, berasal dari bisnis kargo serta penjualan produk eksklusif dan merchandise Garuda Indonesia. [mkp/rep]